Greg Misiaszek adalah seorang pendidik dan peneliti yang melanjutkan gagasan para tokoh seperti Paulo Freire dan Richard Kahn tentang pentingnya pendidikan yang berpihak pada bumi. Ia mengembangkan ekopedagogi (ecopedagogy), yaitu cara belajar yang membantu manusia memahami hubungan antara pengetahuan, kehidupan sosial, dan kelestarian lingkungan. Bagi Misiaszek, pendidikan bukan hanya tentang belajar dari buku, tetapi juga tentang bagaimana kita hidup di dunia tanpa merusaknya.
Apa Itu Ekopedagogi
Ekopedagogi menurut Misiaszek berarti pendidikan yang membangun kesadaran ekologis dan keadilan sosial. Ia menekankan bahwa manusia tidak bisa hidup terpisah dari alam, dan semua tindakan kita—baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat—akan memengaruhi bumi. Karena itu, belajar seharusnya mengajarkan kita cara berpikir dan bertindak agar lingkungan tetap sehat bagi semua makhluk.
Inspirasi dari Paulo Freire
Misiaszek banyak terinspirasi oleh pemikiran Paulo Freire, tokoh pendidikan pembebasan. Jika Freire berbicara tentang pembebasan manusia dari ketidakadilan sosial, maka Misiaszek memperluasnya menjadi pembebasan manusia dan alam dari kerusakan ekologis. Ia percaya bahwa pendidikan harus membuat siswa sadar akan struktur kekuasaan yang menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti keserakahan ekonomi atau penggunaan teknologi tanpa tanggung jawab.
Kesadaran Kritis terhadap Lingkungan
Salah satu gagasan utama Misiaszek adalah kesadaran kritis ekologis. Artinya, siswa tidak hanya tahu bahwa bumi sedang rusak, tetapi juga mampu bertanya “mengapa” dan “siapa yang bertanggung jawab.” Dengan cara ini, siswa belajar berpikir kritis terhadap kebiasaan manusia yang merugikan alam—misalnya pemborosan energi, polusi, atau pembakaran hutan—dan berani mencari solusi bersama.
Menghubungkan Diri dengan Dunia
Menurut Misiaszek, ekopedagogi mengajarkan bahwa setiap manusia adalah bagian dari dunia. Kita terhubung dengan air yang mengalir, udara yang kita hirup, tanah tempat kita berpijak, dan semua makhluk yang hidup bersama kita. Dengan memahami keterhubungan ini, kita belajar untuk tidak bersikap egois dan mulai menghargai kehidupan dalam segala bentuknya. Pendidikan, dengan demikian, menjadi jembatan antara manusia dan alam.
Sekolah sebagai Ruang Perubahan
Misiaszek melihat sekolah sebagai tempat menanam benih perubahan. Di sekolah, siswa dapat berlatih hidup ramah lingkungan melalui kegiatan nyata: memilah sampah, menanam pohon, membuat taman kecil, atau belajar membuat energi alternatif sederhana. Ia percaya bahwa hal-hal kecil yang dilakukan bersama dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan dalam menjaga bumi.
Belajar untuk Bertindak, Bukan Hanya Mengerti
Misiaszek menolak pendidikan yang hanya membuat siswa “mengerti” tanpa berbuat apa-apa. Ia menegaskan bahwa pengetahuan harus diikuti tindakan. Siswa yang tahu pentingnya menjaga lingkungan harus mampu menunjukkan sikap itu dalam kehidupan sehari-hari—seperti menghemat air, membawa botol minum sendiri, atau menggunakan barang daur ulang. Pendidikan sejati, katanya, adalah ketika ilmu berubah menjadi kebiasaan baik.
Dunia yang Adil dan Berkelanjutan
Bagi Misiaszek, menjaga bumi tidak bisa dipisahkan dari mewujudkan keadilan sosial. Banyak masyarakat miskin yang menjadi korban langsung kerusakan alam, seperti banjir, kekeringan, dan polusi. Karena itu, ekopedagogi juga mengajarkan kita untuk peduli pada sesama manusia, membantu yang lemah, dan bersama-sama menciptakan dunia yang adil dan berkelanjutan—tempat di mana manusia dan alam hidup selaras.
Penutup
Saripati pemikiran Greg Misiaszek adalah bahwa pendidikan harus menumbuhkan kesadaran, empati, dan tindakan nyata untuk bumi. Ia mengingatkan kita bahwa setiap orang, sekecil apa pun perannya, dapat menjadi penjaga kehidupan. Dengan belajar dari bumi, kita belajar tentang saling menghargai, tentang batas, dan tentang kasih sayang. Dunia masa depan bergantung pada generasi muda yang mencintai bumi—dan pendidikan hijau seperti ekopedagogi adalah jalan untuk mencapainya. [sr, 18/10/25]